Wednesday, 29 January 2014

DIAPER RASH (RUAM POPOK)

Posted by bayu hidayat on 10:31 with No comments
DIAPER RASH (RUAM POPOK)
Diaper rash adalah ruam kulit akibat radang pada daerah yang tertutup popok, yaitu pada alat kelamin, sekitar dubur, bokong, lipatan paha dan perut bagian bawah. Berupa bercak-bercak iritasi kemerahan, kadang menebal dan bernanah.
Iritasi terjadi karena kontak terus menerus dengan keadaan lingkungan yang tidak baik. Diaper rash juga merupakan reaksi kulit dengan amonia dari urin kontaminasi bakteri dari maternal fecal.

Penyebab
Sering terjadi pada usia 9-12 bulan, tidak sering mengganti pampers, modifikasi diet
Kebersihan kulit yang tidak terjaga
Udara atau suhu lingkungan yang teralu panas atau lembab
Kulit bayi masih peka sehingga mudah iritasi
Popok yang basah karena urin dan feses yang tidak segera diganti (enzim protease dan lipase)
Lebih parah pada bayi yang mengkonsumsi susu formula (pada susu formula kandungan protein lebih tinggi sehingga kadar amonia/urea lebih pekat)

Infeksi jamur Candida albicans dan infeksi bakteri Staphylococcus menyebabkan perubahan sistem imun
Popok yang mengiritasi akibat sabun, karet, plastik dan detergen yang keras
Diare sehingga menyebabkan iritasi kulit

Tanda dan gejala
Iritasi pada kulit yang terkena muncuul sebagai erithema
Erupsi pada daerah kontak yang menonjol seperti pantat, alat kelamin, perut bawah, paha bagian atas dan lipatan-lipatan kulit
Erupsi dapat berupa bercak kering, merah dan bersisik
Keadaan lebih parah terdapat pada papila erythemetosa, vesicula dan ulcerasi
Bayi menjadi rewel karena rasa nyeri

Penatalaksanaan
Menjaga kebersihan dan kelembaban daerah kulit bayi, terutama didaerah alat kelamin, bokong, lipatan selangkangan
Daerah yang terkena iritasi tidak boleh dalam keadaan basah (terbuka dan tetap kering)
Menjaga kebersihan pakaian danperlengkapan
Setiap BAB dan BAK bayi segera dibersihkan
Untuk membersihkan kulit yang iritasi dengan menggunakan kapas halus yang dioleskan dengan minyak atau sabun mild dan air hangat
Popok dicuci dengan detergen yang lembut
Mengangin-anginkan kulit sebelum pampers baru dipasang dan menggunkan pampers dengan daya serap yang tinggi dan pas pemakaiannya

Menggunakan popok yang tidak terlalu ketat (terbuka atau longgar) untuk memperbaiki sirkulasi udara.
Posisi tidur anak diatur supaya tidak menekan kulit yang teriritasi
Pengobatan
Mengoleskan krim dan lotion yang mengandung zinc pada daerah yang sedang meradang
Memberikan salep/krim yang mengandung kortikosteroid 1%
Salep anti jamur dan bakteri (miconazole, ketokonazole, nystatin)

DERMATITIS ATOPIK (EKSIM SUSU)

Posted by bayu hidayat on 10:24 with No comments
DERMATITIS ATOPIK (EKSIM SUSU)
Dermatitis atopik adalah penyakit kulit tersering pada bayi dan anak, sering kambuh, diturunakn dalam keluarga, tidak menular dan merupakan pertanda timbulnya asma.
Penyebab
Belum jelas, sangat kompleks
Eksim susu” dulu disangka penyebabnya adalah ASI, hal ini terbukti salah karena Asi justru mengandung zat pelindung tubuh terhadap alergi dan infeksi

Faktor kulit yang ekring
Faktor kebersihan diri (personal hygiene) dan kebersihan lingkungan yang kurang
Faktor perilaku dan emosi
Alergi terhadap makanan seperti susu, telur, ikan, kacang, coklat, jeruk dan lain-lain

Gambaran klinik
Lokasi pada bayi biasanya di muka terutama kedua pipi. Pada dewasa ditengkuk, lekukan siku, lutut biasanya lebih kering
Terasa sangat gatal
Warna kulit kemerahan, ukuran kecil sebesar koin sampai dengan telapak tangan, basah atau berdarah. Setelah itu akan mengering dan menjadi keropeng, kekuningan atau kehitaman, kulit bersisik dan kering
Mudah terkena infeksi bakteri, virus atau jamur

Penatalaksanaan
Mencegah kekambuhan
Mencegah makanan penyebab alergi dan memberikan makanan pengganti
Cegah allergen lingkungan seperti debu rumah, tungau, serbuk-serbuk, kapuk dan lingkungan yang bersih
Kebersihan perseorangan yang terjaga  (seperti kulit lembab dan bersih)
Hindari suasana sedih, kesal dan depresi

Pengobatan (kolaborasi)
Hindari faktor pencetus dan pemeliharaan kulit
Obat anti gatal
Kortikosteroid salep (berikan tipis-tipis)

Efek samping kortikosteroid : penipisan kulit, gangguan pertumbuhan tulang, gangguan siklus hormon

DIARE

Posted by bayu hidayat on 10:15 with No comments
DIARE
Diare adalah buang air besar dengan frekuensi 3x atau lebih per hari, disertai perubahan tinja menjadi cair dengan atau tanpa lendir dan darah yang terjadi pada bayi dan anak yang sebelumnya tampak sehat (A.H. Markum, 1999)
Penyebab
Bayi terkontaminasi feses ibu yang mengandung kuman patogen saat dilahirkan
Infeksi silang oleh petugas kesehatan dari bayi lain yang mengalami diare, hygiene dan sanitasi yang buruk.



Dot yang tidak disterilkan sebelum digunakan
Makanan yang tercemar mikroorganisme (basi, beracun, alergi)
Intoleransi lemak, disakarida dan protein hewani
Infeksi kuman E. Coli, Salmonella, Echovirus, Rotavirus dan Adenovirus
Sindroma malabsorbsi (karbohidrat, lemak, protein)
Penyakit infeksi (campak, ISPA, OMA)
 Menurunnya daya tahan tubuh (malnutrisis, BBLR, immunosupresi, terapi antibiotik)

Jenis diare
Diare akut, feses sering dan cair, tanpa darah, berakhir <7 hari, muntah, demam
Disentri, terdapat darah dalam feses, sedikit-sedikit/sering, sakit perut, sakit pada saat BAB, anoreksia, kehilangan BB, kerusakan mukosa usus
Diare persisten, berakhir selama 14 hari/lebih, dapat dimulai dari diare akut ataupun disentri

Tanda dan gejala
Gejala sering dimulai dengan anak yang tampak malas minum, kurang sehat diikuti muntah dan diare
Feses mula-mula berwarna kuning dan encer, kemudian berubah menjadi hijau, berlendir dan berair serta frekuensinya bertambah sering
Cengeng, gelisah, lemah, mual, muntah, anoreksia
Terdapat tanda dan gejala dehidrasi, turgor kulit jelek (elastisitas kulit menurun), ubun-ubun dan mata cekung, membran mukosa kering.
Pucat anus dan sekitarnya lecet
Pengeluaran urin berkurang/tidak ada
Pada malabsorbsi lemak biasanya feses berwarna pucat, banyak dan berbau busuk dan terdapat butiran lemak
Pada intoleransi disakarida feses berbau asam, eksplosif dan berbusa
Pada alergi susu sapi feses lunak, encer, berlendir, dan kadang-kadang berdarah

Komplikasi
Kehilangan cairan dan elektrolit yang berlebihan (dehidrasi, kejang dan demam)
Syok hipovolemik yang dapat memicu kematian
Penurunan berat badan dan malnutrisi
Hipokalemi (rendahnya kadar kalium dalam darah)
Hipokalsemi (rendahnya kadar kalsium dalam darah)
Hipotermia (keadaan suhu badan yang ekstrim rendah)
Asidosis (keadaan patologik akibat penimbunan asam atau kehilangan alkali dalam tubuh)

Tahapan dehidrasi menurut Ashwill dan Droske (1997)
Dehidrasi ringan, BB menurun 3-5% dengan volume cairan yang hilang < 50 ml/kgBB
Dehidrasi sedang, BB menurun 6-9% dengan volume cairan yang hilang 50-90% ml/kgBB
Dehidrasi berat, BB menurun lebih dari 10% dengan volume cairan yang hilang ≥100 ml/kgBB

Penatalaksanaan
Memberikan cairan dan mengatur keseimbangan elektrolit
Terapi rehidrasi
Kolaborasi untuk terapi pemberian antibiotik sesuai dengan kuman penyebabnya
Mencuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan bayi untuk mencegah penularan
Memantau biakan feses pada bayi yang mendapat terapi antibiotik
Tidak dianjurkan untuk memberikan anti diare dan obat-obatan pengental feses

KONSTIPASI/OBSTIPASI

Posted by bayu hidayat on 10:03 with No comments
3. KONSTIPASI/OBSTIPASI
Konstipasi/sembelit adalah keadaan dimana anak jarang sekali buang air besar dan kalau buang air besar keras
Obstipasi : obstruksi intestinal (konstipasi yang berat)

Penyebab
Faktor  non organik
Kurang makanan yang tinggi serat
Kurang cairan
Obat/zat kimiawi
Kelainan hormonal/metabolik
Kelainan psikososial
Perubahan mikroflora usus
Perubahan/kurang exercise

 
Faktor organik
Kelainan organ (mikrocolon, prolaps rectum, struktur anus, tumor)
Kelainan otot dasar panggul
Kelainan persyarafan : M. Hirsprung
Kelainan dalam rongga panggul
Obstruksi mekanik : atresia ani, stenosis ani, obstruksi usus

Tanda dan gejala 

Frekuensi BAB kurang dari normal
Gelisah, cengeng, rewel
Menyusu/makan/minum kurang
Fese keras

Pemeriksaan penunjang
Laboratorium (feses rutin, khusus)
Radiologi (foto polos, kontras dengan enenma)
Manometri
USG

Penatalaksanaan
Banyak minum
Makan makanan yang tinggi serat (sayur dan buah)
Latihan
Cegah makanan dan obat yang menyebabkan konstipasi
ASI lebih baik dari susu formula
Enema perotal/peranal
Kolaborasi untuk intervensi bedah jika ada indikasi
Perawatan kulit peranal

Kembung

Posted by bayu hidayat on 09:57 with No comments
2. KEMBUNG
Kembung adalah keadaan perut yang membesar dan berisi angin
Penyebab
Bayi kembung karena menelan angin waktu menyusui
hal ini terjadi karena teknik menyusui yang salah, puting terlalu besar atau terlalu kecil
Bayi yang minum susu formula dengan botol
Angin ikut tertelan karena lubang dot terlalu kecil, sehingga bayi menghisap terlalu kuat dan angin masuk melalui pinggiran dot
Penatalaksanaan

Bayi menyusui ASI dengan teknik yang benar (menutupi areola)
Bayi minum susu formula dengan dot :
Lubang dot diperiksa (tidak terlalu kecil/besar)
Jika botol hampir kosong, pantat botol dinaikkan
Tidak diberi empeng
Menyendawakan bayi setelah minum
Minum air hangat
Beri minyak kayu putih, minyak telon pada daerah perut

Rincian Penyakit Pada Bayi

Posted by bayu hidayat on 09:52 with No comments
1. MUNTAH  ATAU GUMOH
Muntah atau emesis adalah keadaan dimana dikeluarkannya isi lambung secara ekspulsif atau keluarnya kembali sebagian besar atau seluruh isi lambung yang terjadi setelah agak lama makanan masuk kedalam lambung. Usaha untuk mengeluarkan isi lambung akan terlihat sebagai kontraksi otot perut.

Muntah pada bayi merupakan gejala yang sering kali dijumpai dan dapat terjadi pada berbagai gangguan. Dalam beberapa jam pertama setelah lahir, bayi mungkin muntah lendir, bahkan kadang-kadang disertai sedikit darah.
Muntah ini tidak jarang menetap setelah pemberian makanan pertama, suatu keadaan yang mungkin disebabkan adanya iritasi mukosa lambung oleh sejumlah benda yang tertelan selama proses kelahiran, jika muntahnya menetap pembilasan lambung dengan larutan garam fisiologis akan dapat menolongnya.

Refluks gastroesofagus adalah kembalinya isi lambung kedalam esofagus tanpa terlihat adanya usaha dari anak
Regurgitasi adalah bila bahan dari lambung tersebut dikeluarkan melalui mulut
Secara klinis kadang-kadang sukar dibedakan antara muntah, refluks dan regurgitasi. Muntah sering dianggap sebagai suatu mekanisme pertahanan tubuh untuk mengeluarkan racun yang tertelan.

Penyebab muntah
Pada neonatus
Organik
Gastrointestinal
Obstruksi : atresia esofagus
Non obstruksi : perforasi lambung
Ekstra gastrointestinal 
Insufisiensi ginjal, obstruksi urethra 
Susunan syaraf pusat
Peningkatan tekanan intra cranial (TIK)
Non organik
Teknik pemberian minum yang salah, makanan/minuman yang tidak cocok atau terlalu banyak, keracunan, obat-obat tertentu, kandidasis oral.
Pada anak
Organik


Gastrointestinal
Obstruksi : stenosis pylorus
Non obstruksi : refluk esofagal, infeksi/peritonitis
Luar gastrointestinal
Infeksi (OMA, pertusis, tonsilofaringitis)
uremia
Non organik

Sama dengan neonatus
Mabuk perjalanan
Keracunan makanan (1-8 jam sesudah makan)
Food borne disease (salmonellosis) lebih lama dari keracunan makanan
Perlu anamnesa yang teliti :
Pola pemberian makan
Berat badan lahir
Jumlah yang dimuntahkan, frekuensi
Disertai diare, batuk atau panas
Terjadi sebelum/sesudah makan
Menyemprot/proyektil atau tidak

Sifat muntah

Keluar cairan terus menerus maka kemungkinan obstruksi esophagus
Muntah proyektil kemungkinan stenosis pylorus (pelepasan lambung ke duodenum)
Muntah hijau (empedu) kemungkinan obstruksi otot halus, umumnya timbul pada beberapa hari pertama, sering menetap, biasanya tidak proyektil.
Muntah hijau kekuningan kemungkinan obsruksi dibawah muara saluran empedu
Muntah segera lahir dan menetap kemungkinan tekanan intrakranial tinggi atau obstruksi usus

Diagnosis
Diagnosis dapat ditegakkan secara radiologis yaitu apabila didapatkan gambaran suatu keadaan kelainan kongenital bawaan seperti obstruksi usus halus, atresia esophagus dan lain-lain. Selain dengan pemeriksaan radiologis, juga dapat ditegakkan dengan pemeriksaan uji coba memasukan kateter kedalam lambung. Diagnosis harus dapat segera dibuat sebelum anak tersedak sewaktu makan dengan kemungkinan terjadinya aspirasi pneumonia.
Muntah (kelainan bedah) adalah gangguan passage gastrointestinal dengan tanda-tanda muntah, perut membuncit, kegagalan evakuasi mekonium (pada BBL).
Gambaran muntah yang perlu dicurigai sebagai kelainan bedah

Muntah hijau (gangguan pada empedu)
Muntah proyektil (menyemprot)
Muntah persisten
Muntah bercampur darah
Muntah disertai penurunan berat badan

Komplikasi

Kehilangan cairan tubuh/elektrolit sehingga dapat menyebabkan dehidrasi
Karena sering muntah dan tidak mau makan/minum dapat menyebabkan ketosis
Ketosis akan menyebabkan asidosis yang akhirnya bisa menjadi renjatan (syok)
Bila muntah sering dan hebat akan terjadi ketegangan otot perut, perdarahan, konjungtiva, ruptur, esophagus, infeksi mediastinum, aspirasi muntah jahitan bisa lepas pada penderita pasca operasi dan timbul perdarahan.

Penatalaksanaan

Utamakan penyebabnya
Berikan suasana tenang dan nyaman
Perlakukan bayi/anak dengan baik dan hati-hati
Kaji sifat muntah
Simptomatis dapat diberi anti emetik (atas kolaborasi dan instruksi dokter)
Kolaborasi untuk pengobatan suportif dan obat anti muntah (pada anak tidak rutin digunakan)

Metoklopramid
Domperidon (0,2-0,4 mg/Kg/hari per oral)
Anti histamin
Prometazin
Kolinergik
Klorpromazin
5-HT-reseptor antagonis
Bila ada kelainan yang sangat penting segera lapor/rujuk ke rumah sakit/ yang berwenang

GUMOH/REGURGITASI
Gumoh adalah keluarnya kembali susu yang telah ditelan ketika atau beberapa saat setelah minum susu botol atau menyusui pada ibu dan jumlahnya hanya sedikit.
Regurgitasi yang tidak berlebihan merupakan keadaan normal terutama pada bayi dibawah usia 6 bulan
Penyebab

Anak/bayi yang sudah kenyang
Posisi anak atau bayi yang salah saat menyusui akibatnya udara masuk kedalam lambung
Posisi botol yang tidak pas
Terburu-buru atau tergesa-gesa dalam menghisap
Akibat kebanyakan makan
Kegagalan mengeluarkan udara

Diagnosis
Sebagian besar gumoh terjadi akibat kebanyakan makan atau kegagalan mengeluarkan udara yang ditelan. Oleh karena itu, sebaiknya diagnosis ditegakkan sebelum terjadi gumoh. Pengosongan lambung yang lebih sempurna, dalam batas-batas tertentu penumpahan kembali merupakan kejadian yang alamiah, terutama salam 6 bulan pertama. Namun, penumpahan kembali tersebut diturunkan sampai jumlah yang bisa diabaikan dengan pengeluaran udara yang tertelan selama waktu atau sesudah makan.
Dengan menangani bayi secara hati-hati dengan emghindari konflik emosional serta dalam menempatkan bayi pada sisi kanan, letak kepala bayi tidak lebih rendah dari badannya. Oleh karena pengeluaran kembali refleks gastroesofageal lazim ditemukan selama masa 4-6 bulan pertama.
Penatalaksanaan gumoh

Kaji penyebab gumoh
Gumoh yang tidak berlebihan merupakan keadaan yang normal pada bayi yang umurnya dibawah 6 bulan, dengan memperbaiki teknik menyusui/memberikan susu.
Saat memberikan ASI/PASI kepala bayi ditinggikan
Botol tegak lurus/miring jangan ada udara yang terisap
Bayi/anak yang menyusui pada ibu harus dengan bibir yang mencakup rapat puting susu ibu
Sendawakan bayi setelah minum ASI/PASI
Bila bayi sudah sendawa bayi dimiringkan kesebelah kanan, karena bagian terluas lambung ada dibawah sehingga makanan turun kedasar lambung ynag luas
Bila bayi tidur dengan posisi tengkurap, kepala dimiringkan ke kanan

8 Penyakit Yang Biasa Terjadi Pada Anak

Posted by bayu hidayat on 09:40 with No comments
8 Penyakit Yang Biasa Terjadi Pada Anak- Kesehatan anak wajib diperhatikan. Sebagai orangtua kita harus bisa memperhatikan pola hidup mereka. Karena anak-anak memang tidak bisa terhindar dari yang namanya penyakit. Penyakit bisa datang kapan dan dimanapun. Penyebab sakit pada anak pun bisa bermacam-macam, bisa disebabkan oleh virus dan bisa juga disebabkan oleh bakteri. Nah, untuk anda khususnya para orangtua wajib mengetahui macam-macam penyakit yang umum terjadi pada anak. Apa sajakah itu? yuk kita cari jawabannya dalam penjelasan berikut ini :

Kesehatan Anak : 8 Penyakit Yang Biasa Terjadi Pada Anak
Menurut artikel yang saya baca di familytime.co.uk, ada beberapa jenis penyakit umum yang biasa terjadi pada anak diantaranya yaitu :

1. Radang Amandel
Penyakit yang pertama adalah Radang Amandel. Penyakit tersebut disebabkan oleh virus atau bakteri, tetapi sebagian besar penyebabnya adalah karena virus. Tanda-tanda penyakit ini yaitu ditandai oleh adanya pembengkakan pada amandel

2. Demam
Penyakit umum yang biasa terjadi pada anak selanjutnya yaitu demam. Penyakit ini disebabkan oleh virus. Virus ini adalah virus yang memicu gejala penyakit ringan seperti sakit tenggorokan, kedinginan, dan kemerahan pada pipi anak.

3. Batuk
Penyakit yang ketiga yaitu Batuk. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh bakteri yang terhirup masuk ke dalam saluran pernafasan. Batuk ini biasanya diawali dengan sakit flu terlebih dahulu, kemudian berkembang dan menjadi sakit batuk yang parah.

4. Cacar Air
Cacar air merupakan penyakit menular dan dapat menyebabkan penyakit demam, sakit kepala, gatal-gatal dan benjolan berisi cairan. Cacar air ini disebabkan oleh virus. Maka dari itu jika ada salah satu temannya mengalami cacar air cobalah untuk jauhkan anak dari temannya, hal ini dilakukan untuk pencegahan agar penyakit cacar air tersebut tidak menulari anak kita.

5. Gatal-gatal
Gatal-gatal pada anak biasanya disebabkan oleh bakteri atau kringat. Penyakitgatal tersebut biasanya terjadi pada tangan, kaki dan mulut si anak. Selain merasa gatal anak-anak akan merasa tidak enak badan.

6. Demam Berdarah
Penyakit demam berdarah disebabkan oleh nyamuk aides aygepty yang membawa bakteri penyebab demam berdarah. Penyakit ini ditandai dengan demam tinggi, wajah anak yang memerah, sakit pada tanggorokan, dan terdapat bintik-bintik merah pada kulit anak.

7. Flu
Flu merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus. Virus tersebut menginfeksi telinga, hidung, tenggorokan dan sinus. Akibatnya anak yang menderita flu biasanya akan mengalami sakit pada tenggorokan, pilek, batuk, sakit kepala, suhu badan tinggi, dan sakit persendian anak.

8. Panas Dalam
Panas dalam bisa disebabkan oleh keadaan cuaca dan bisa juga disebabkan oleh makanan, misalnya terlalu banyak mengkonsumsi makanan pedas dsb. Saat panas dalam biasanya bibir pecah-pecah, terasa sakit dan terdapat benjolan di bibir dan tenggorokan.

Yeach itulah tadi penjelasan dari ke delapan penyakit pada bayi yang masih balita untuk ibu rumah tangga yang ingin mendapatkan