Tuesday, 24 February 2015

Wajib belajar

Posted by bayu hidayat on 01:53 with No comments
Mahalnya biaya sekolah, membuat orang miskin memilih perut ketimbang pendidikan.  Program sekolah gratis hanya ilusi, pada kenyataannya orang miskin tetap mengeluarkan biaya untuk seragam, sepatu, transfortasi, dan buku.  Untuk masuk SD/SMP saja, biaya seragam, sepatu, dan buku tulis bisa mencapai 500.000, sedangkan untuk transfortasi bisa memakan biaya 6000 per hari, belum lagi jajan harian anak di sekolah misalkan 1000 perhari.  Walhasil 7.000 sehari harus dikeluarkan orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya disebuah sekolah gratis…..bagi orang miskin biaya ini cukup besar, karena 7.000 lebih baik digunakan untuk membeli 1 liter beras, daripada sekolah.  Satu sisi banyak sekolah yang tidak menginginkan jadi sekolah gratis, karena pamornya jadi turun dan guru pun tidak mendapat income tambahan????? Ironisnya WAJIB BELAJAR SUDAH DIDENGUNGKAN SEJAK 30 TAHUN YANG LALU, DAN SAMPAI SEKARANG BELUM BISA TERCAPAI BAHKAN MAKIN MEMBURUK????

PADA HARI PENDIDIKAN NASIONAL, HARUS DIAKUI….SECARA SISTEM NEGARA KITA SEDANG MENUJU “KEBANGKRUTAN” SECARA TOTAL.

Penganaktirian Madrasah dan Pesantren

Posted by bayu hidayat on 01:48 with No comments
Madrasah masih menjadi anak tiri dalam pendidikan.  Sekolah yang punya keunggulan dari sisi akhlak ini acapkali dipandang sebelah mata.  Sejak zaman penjajahan pesantren dan madrasah adalah kawah candra dimuka lahirnya para pejuang yang membebaskan bangsa ini dari penjajahan.  Mungkin ketakutan ini masih menyelimuti kebijakan pendidikan Indonesia yang lebih pro sekuler ketimbang islam.  Walhasil…madrasah nasibnya sangat mengkhawatirkan…dan senantiasa tertinggal….padahal madrasah ada dan hidup ditengah masyarakat yang marjinal, sehingga memajukan madrasah berarti mengeluarkan masyarakat dari kemarjinalan.

Pendidikan untuk mencetak buruh

Posted by bayu hidayat on 01:44 with No comments
SMK menjadi primadona dalam tiga tahun terakhir ini, mengapa? SMK diimagekan sebagai sekolah yang cepat menghasilkan uang.  Anak saya yang TK, ketika menyaksikan iklan SMK berkata pada kakaknya, “masuk SMK aja nanti dikasih uang, kan ada iklannya”.  Sungguh melihat fakta ini, saya jadi teringat pendidikan di zaman kolonial Belanda, sekolah pertukangan dan pangepraja dibuka semurah-murahnya dan sebanyak-banyaknya, tujuannya adalah menghasilkan para buruh dan pegawai bagi kepentingan Belanda.  Kini setelah 63 tahun Indonesia MERDEKA, sudah cukup banyak sarjana , master, dan doktor sebagai konseptor bangsa, maka PEMERINTAH SBY mengembar-gemborkan lagi, untuk menjadikan anak-anak bangsa ini cukup SEBAGAI BURUH, yang kemudian bisa diekspor sebagai TKI….Ironis…!!!!

UJIAN AKHIR NASIONAL

Posted by bayu hidayat on 01:39 with No comments
Menteri pendidikan yang keras kepala tetap bersikukuh bahwa “UAN” adalah penentu LULUS TIDAKNYA SISWA.  Kekeras kepalaan Mentri Pendidikan bisa dimaklumi, latar belakangnnya sebagai ekonom MAFIA BERKELEY menjadikan pemikirannya pun hanya berkutat pada suku bunga, inflasi, investasi, dan pertumbuhan ekonomi yang semuanya dinilai dari superfacial atau makro saja.  Maka ketika landasan ekonomi diterapkan pada pendidikan, analoginya adalah  nilai UAN=indikator pertumbuhan ekonomi, yang hanya dilihat dari B.IND=inflansi, MATH=suku bunga, 

Pelajaran lainnya=investasi.  Walaupun parameter kelulusan hanya berdasarkan pada UAN bertentangan dengan filosofi kurikulum 2006 (KTSP) yang sangat menjunjung proses, Mentri Pendidikan tidak perduli.  SHOW MUST BE GO ON (resiko jika menteri pendidikan dipegang oleh orang yang tidak mengerti pendidikan).  Walhasil guru berbuat curang demi murid.  Kasus Deli Serdang bukan satu-satunya kasus.

Murid pun stress….Jika ada penelitian tentang stress, maka bisa diprediksi…STRESS pada siswa dan guru bahkan orang tua sangat tinggi setiap UAN.  Tetapi tentu saja, UAN menguntungkan lembaga bimbingan belajar.  Maka saya sarankan…semua sekolah di Indonesia ditutup saja!!!!!semuanya diganti BIMBINGAN BELAJAR!!!!Karena apakah itu SBI, Nasional Plus, atau … jika yang dihargai pada akhirnya hanya nilai UAN yang bisa didapatkan hanya lewat drill tanpa perlu proses!!!!  JADI UAN ADALAH PEMANDULAN KREATIFITAS BANGSA, DAN PEMICU KETIDAKJUJURAN/BUDAYA KORUPSI

Kapitalisasi pendidikan

Posted by bayu hidayat on 01:35 with 3 comments
Melalui kebijakan “membadan usahakan dunia pendidikan”, pendidikan dihadapkan pada biaya yang sangat mahal.  Beberapa sekolah negeri yang berkatagori SBI dan Nasional Plus mematok harga masuk 5-10 juta, belum lagi spp bulanan > 200.000, walhasil anak-anak miskin tidak mungkin mendapatkan sekolah bermutu.  PTN bergensi yang sudah BHMN  pun berlomba-lomba meningkatkan uang masuk, jalur biasa saja (spmb) bisa seharga 10 juta untuk uang masuk, maka jalur luar biasa konon paling sedikitnya 60 juta.   walhasil KAPITALISASI pendidikan akan memicu DISKRIMINASI PENDIDIKAN.

Monday, 23 February 2015

Sejarah Bola Voly Di Indonesia

Posted by bayu hidayat on 10:36 with No comments
Bola voli merupakan olahraga yang dimainkan beregu atau disebut juga dengan tim, setiap tim memainkan 6 orang dalam sebuah pertandingan dan bisa digantikan dengan pemain cadangan jika ada pemain yang mengalami cidera. Permainan bola voli merupakan permainan yang menggunakan tangan dan diperbolehkan menggunakan kaki. Manfaat melakukan olahraga bola voli juga sangat banyak, selain untuk melatih kekuatan tangan, olahraga ini juga menggerakan kaki untuk berlari, melompat sehingga dapat melatih kelenturan dan kekuatan kaki dan tangan.

Kemudian permainan bola voli dimainkan di lapangan yang terbuka dan dapat juga di lapangan tertutup. Lapangan bola voli dengan menggunakan panjang 18 meter dan lebar 9 meter.Pemenang dalam olahraga voli ini ditentukan dengan banyaknya poin yang didapat dari bola yang masuk ke dalam area lawan.Jika bola keluar maka point yang di dapat untuk lawan.

Permainan bola voli telah dikenal sejak abad pertengahan, terutama Romawi. Kemudian permainan ini diperkenalkan di Jerman pada tahun 1893 dengan nama “faustball”, dua tahun kemudian olahraga ini diciptakan William G.Morgan pada tahun 1895. William G.Morgan adalah Direktur YMCA (Young Men Christian Association) di kota Holyoke, negara bagian Massachusetts, Amerika Serikat mencoba permainan semacamnya yang diberi nama minonette. Dasar yang digunakan permainan minonette adalah memukul-mukul bola hilir mudik di udara, maka permainan minonette ini kemudian diubah menjadi bola voli.

Bola voli ini cepat meluas ke seluruh dunia karena digemari oleh masyarakat. Bola voli dipertandingkan pertama kali mulai tahun 1974 di polandia. Kemudian pad a tahun 1948 induk organisasi bola voli dunia dibentuk yang berkedudukan di Paris dengan nama IVBF (International Volley Ball Federation) yang beranggotakan 15 negara.

Bola voli masuk ke indonesia pada tahun 1928 semasa penjajahan Belanda. Permainan bola voli ini sangat cepat perkembangannya di seluruh indonesia.Dan bola voli ini termasuk salah satu cabang olahraga yang diresmikan di indonesia. Kemudian tanggal 22 Januari 1955 lahirlah PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia) dengan diketuai oleh W.J.Latumenten.Setelah terciptanya induk organisasi bola voli ini, maka pada tanggal 28 sampai 30 mei 1955 diadakan kongres dan kejuaraan nasional yang pertama di Jakarta.

Sejarah Sepak Takraw Di Indonesia

Posted by bayu hidayat on 10:31 with No comments
Sepak takraw adalah jenis olahraga campuran dari sepak bola dan bola voli, dimainkan di lapangan ganda bulu tangkis, dan pemain tidak boleh menyentuh bola dengan tangan. Kejuaraan paling bergengsi dalam cabang ini adalah King’s Cup World Championships, yang terakhir diadakan di Bangkok, Thailand. Permainan ini berasal dari zaman Kesultanan Melayu (634-713) dan dikenal sebagai Sepak Raga dalam bahasa Melayu. Bola terbuat dari anyaman rotan dan pemain berdiri membentuk lingkaran.

Sepaktakraw berasal dari dua kata yaitu sepak dan takraw. “Sepak” berarti gerakan menyepak sesuatu dengan kaki, dengan cara mengayunkan kaki di depan atau ke sisi (Depdikbud, 1995). Sedangkan “Takraw” berarti bola atau barang bulat yang terbuat dari anyaman rotan (Depdikbud, 1992). Jadi sepaktakraw adalah sepak raga yang telah dimodifikasikan untuk menjadikannya sebagai suatu permainan yang kompetitif. Sedangkan menurut ahli lain mengatakan sepaktakraw adalah menyepak bola dengan samping kaki, sisi kaki bagian dalam atau bagian luar kaki yang terdiri dari tiga orang pemain.

Catatan sejarah terawal tentang sepak raga terdapat dalam sejarah Melayu. Ketika pemerintahan Sultan Mansur Shah Ibni Almarhum Sultan Muzzaffar Shah (1459 - 1477), seorang puteranya bernama Raja Ahmad telah dibuang negeri karana membunuh anak Bendahara akibat persengketaan ketika bermain sepak raga. Raja Ahmad kemudiannya diangkat menjadi Sultan di Pahang, bergelar Sultan Muhammad Shah I Ibni Almarhum Sultan Mansur Shah.

Permainan Sepak Takraw sampai sekarang ini masih merupakan salah satu cabang olahraga yang belum memasyarakat, belum menjadi kegemaran masyarakat dari semua lapisan. Permainan Sepak Takraw baru merambah kepada masyarakat lapisan menengah ke bawah. Hal ini disebabkan permainan ini sulit dilakukan, berisiko cidera atau sakit lebih besar, dan masih ada kelompok masyarakat yang menganggap permainan Sepak Takraw sebagai olahraga yang kasar. Namun demikian perkembangan permainan Sepak Takraw terjadi sangat pesat sekali. Hal ini dapat dilihat mulai tahun 1983, seluruh daerah di Indonesia sudah memiliki Pengurus daerah (Pengda) atau sekarang bernama Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia (PSTI).

Permainan Sepak Takraw secara internasional telah membentuk induk organisasi tingkat asia sejak 1982, yang perkembangannya secara internasional sekarang ini sangat hebat. Tidak hanya negara-negara Asia Tenggara yang mengembangkan olahraga ini, tapi hampir seluruh bangsa di dunia ini mengembangkan permainan Sepak Takraw, seperti Amerika, Australia, dan sebagainya.